Ruang Kelas SMA-SMK di Sampang Banyak Rusak, Segini Jumlah Totalnya

Madura, Sampang249 views

MADURANEWS.CO, Sampang- Sejumlah ruang kelas sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalami kerusakan. Tingkat kerusakannya beragam mulai dari ringan, sedang hingga berat.

Berdasarkan Neraca Pendidikan Daerah Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur wilayah Sampang TA 2020, kondisi ruang kelas SMA yang baik/ rusak ringan sebanyak 381 ruangan, rusak sedang 60 ruangan dan rusak berat 41 ruangan. Sementara untuk ruang kelas SMK yang baik/ rusak ringan sebanyak 341 ruangan, rusak sedang 73 ruangan, dan rusak berat 15 ruangan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Sampang Ali Afandi mengatakan, data kondisi ruang kelas SMK dan SMK di tahun 2021 tidak jauh berbeda dengan dengan tahun 2020. Menurutnya, salah satu penyebab kerusakan bangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut adalah usia dari bangunan itu sendiri.

“Sebetulnya tidak begitu berubah, cuma dari segi usia yang sekian lama itu perlu pembenahan. Jadi, misalnya di SMA Torjun itu ada Lab dan bangunan yang rusak dan tidak layak ditempati anak-anak karena telah dimakan usia. Bukan rusak ringan kalau sudah seperti itu, kalau rusak ringan masih bisa ditempati itu sudah mengarah ke rusak berat,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa kondisi alam juga menjadi  faktor lain penyebab rusaknya ruang kelas yang ada di Sampang. Seperti yang terjadi di salah satu SMA yang ada di Kecamatan Kedungdung. 

Sejauh ini, pihaknya mengaku sudah meminta semua sekolah untuk segera memberitahukan jumlah prasarana yang kurang layak agar pihaknya segera dapat bisa mengambil langkah-langkah untuk perbaikan.

“SMA Kedungdung kemarin kepala sekolahnya laporan ke kami (bilang) “Pak kelas di situ sudah tidak bisa dipakai pak, karena posisinya miring pak.” Mohon maaf ini, tanahnya di sini itu kalau musim panas itu retak atau bergerak seperti itu yang berubah. Kemarin kami sudah minta, tolong laporkan ke kami biar kami bisa laporkan ke dinas pendidikan (Provinsi Jatim),” jelasnya. (raf/lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *