Pansus Koperasi dan UMKM DPRD Sampang Minta Pemerintah-Pengusaha Akomodir Produk Lokal

Politik2,104 views

MADURANEWS.CO, Sampang- Panitia Khusus (Pansus) Koperasi dan UMKM Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab)-Pengusaha untuk mengakomodir produk-produk lokal. Pansus menilai selama ini peredaran produk lokal sangat minim di toko-toko modern yang ada di Kabupaten Sampang.


Wakil Ketua Pansus Koperasi dan UMKM DPRD Kabupaten Sampang Iwan Efendi mengatakan, pohaknya jarang menemui keberadaan produk lokal asli Sampang di beberapa toko modern yang beroperasi di Kabupaten Sampang.


Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pelaku usaha, penyedia toko modern, dan Pemkab Sampang untuk bersinergi dalam upaya peningkatan pemasaran produk-produk lokal.


“Kami (Pansus, red) selama ini melihat keberadaan produk lokal sangat minim di toko modern, padahal secara kualitas dan mutu cukup bersaing dengan produk luar,” katanya, Rabu (30/09/2020).


Hal tersebut diungkapkan saat rapat koordinasi dengan Pemkab Sampang melalui dinas terkait dan sejumlah perwakilan toko modern di Kabupaten Sampang. Dalam rapat tersebut, pihaknya meminta agar toko modern juga bersedia menyediakan sarana penopang utama pemasaran produk lokal.


“Dalih mereka (pengusaha toko modern) sederhana, mereka mengklaim kalau produk lokal tidak memenuhi standar yang ditentukan. Ini kan aneh padahal produk lokal sudah banyak yang bersertifikat,” ujarnya.


Untuk mengatasi keluhan standar tersebut, pihaknya juga meminta dinas terkait untuk membuat terobosan dalam upaya peningkatan mutu dan dan daya saing produk lokal. “Dinas terkait juga semestinya mengambil keputusan untuk memastikan produk lokal juga terfasilitasi di toko modern,” imbuhnya.


Selain itu, pihaknya juga mendorong agar semua stakeholder lainnya bisa bersinergi dalam upaya meningkatkan pemasaran produk lokal asli Sampang sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saingnya.

“Dalam Perda Nomor 7 Tahun 2013 sudah jelas, jadi tidak ada alasan produk lokal tidak terfasilitasi,” tegasnya. (dul/lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *