Dihimbau Tidak Latihan Gerak Jalan di Jalan Protokol, Warga Antusias Sambut Lomba 17-an Pasca Pandemi

Madura, Sampang, Sosial257 views

MADURANEWS.CO, Sampang- Polres Sampang mengimbau agar para calon peserta lomba tujuh belasan tidak menggunakan jalan protokol saat melakukan latihan gerak jalan. Itu demi menjaga ketertiban jalan umum sekaligus keamanan lalu lintas.

Kapolres Sampang AKBP Arman melalui Kasatbinmas Moh Mohni mengatakan, untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengendara, pihaknya mengeluarkan himbauan agar siswa dan masyarakat yang ingin melakukan latihan gerak jalan agar tidak di digelar jalan raya utama.

“Benar, pamflet himbauan tersebut kami keluarkan guna menjaga kenyamanan pengguna jalan, tidak menyebabkan kemacetan arus lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas yang bisa saja terjadi di jalan,” katanya.

Dia mengimbau agar pihak sekolah dan instansi tidak menggunakan jalan protokol, latihan pada malam hari. “Usahakan latihan di lapangan sepak bola atau tempat yang memiliki keamanan sendiri. Dan jika memang tidak ada tempat yang bisa ditempati lagi, gunakan jalan kampung yang volume kendaraannya sedikit,” ujarnya.

Dia juga menyarankan agar pelaksanaan latihan PBB dan gerak jalan bisa menggunakan fasilitas tempat yang ada di lingkungan sekitar, seperti lapangan sepak bola, ataupun tempat-tempat olah raga yang memiliki keamanan sendiri.

“Apabila tidak memiliki fasilitas latihan gerak jalan lainnya, lebih baik memilih jalan-jalan yang memiliki kapasitas volume kendaraan yang sedikit, misalnya jalan kampung,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah warga Kabupaten Sampang mulai dari kota hingga pelosok desa antusias menyambut perayaan hari kemerdekaan tahun ini. 

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Sreseh yang mulai menghias lingkungannya dengan pemasangan bendera merah putih, dan pernak pernik kemerdekaan yang lainnya.

Mukhlisin (45), warga Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, mengatakan “Kami sangat antusias untuk merayakan HUT RI ke 77 tahun ini, setelah dua tahun tidak bisa merayakan karena pandemi.”

Menurutnya, selama dua tahun tersebut dia hanya bisa memasang bendera di depan rumahnya saja tanpa ada hiasan lainnya di jalan-jalan lingkungannya.

“Selama Pandemi Covid-19 saya dan warga di sini tidak bisa merayakan HUT RI dengan lebih dari memasang bendera di depan rumah masing-masing. Namun untuk tahun ini kami bisa kerjasama untuk menghias jalan-jalan di lingkungan kami dengan umbul-umbul dan yang lainnya,” tuturnya.

Imam (50), warga Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, mengaku sangat antusias menyambut peringatan hari kemerdekaan tahun ini karena bisa menggelar lomba tujuh belasan. “Kami juga menyambut baik dengan wacana akan diadakannya lomba antar dusun yang akan dilaksanakan oleh Desa Labuhan. Mengingat sudah dua tahun lebih kami tidak bisa merayakan semarak HUT RI (secara fisik, red),” ungkapnya. (c2/lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *