Permasalahan Sampah di Ketapang Belum Teratasi, Begini Respon Pemkab Sampang 

MADURANEWS.CO, Sampang– Camat Ketapang, Bambang Suharyadi mengatakan, mengatasi masalah sampah di wilayah yang dirinya pimpin masih sulit. Karena kesadaran dari masyarakatnya juga masih kurang. Apalagi menurut dia tempat sampah-sampah yang ada itu ditempatkan di pinggir-pinggir jalan protokol dan gedung-gedung sekolah. 

Bambang mengaku kalau dirinya sebagai Camat punya beban tanggung jawab dalam permasalahan tersebut. Bahkan menurut dia, dirinya sampai membongkar 3 tempat sampah yang berada di dekat lembaga pendidikan. Karena tempat tersebut dinilai meresahkan, yang merusak keindahan, dan ke kesehatan.

“Masalah sampah itu sulit. Karena kurang strategis penempatan sampahnya. Mulai dari selatan itu ada di jalan protokol, dan didekat lembaga sekolah,” katanya, Kamis (29/01/2026).

Ia menuturkan, bahwa yang menjadi kesulitan masalah sampah di wilayahnya adalah lahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di daerah kota. Sementara kalau untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menurut dia sudah ada di Ketapang Timur. Selain di Ketapang Timur, ada lahan yang juga akan dijadikan TPA. Sementara masalah Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Bambang mengaku wilayahnya belum memiliki, dan akan mengusahakan mendorong terbentuknya TPS3R tersebut. Agar permasalahan sampah di wilayah yang dirinya pimpin dapat teratasi. Sedangkan armada penanganan sampah yang ada di wilayahnya saat ini dia nilai sudah cukup.

“TPA sementara ini ada di Desa Ketapang Timur. Kalau yang di Pangerreman itu masih lahan saja, dan diwacanakan tahun 2027 di tempati,” tuturnya.

Menanggapi masalah sampah di Kecamatan Ketapang, Sekda Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan tidak memungkiri masalah sampah di pesisir Utara Sampang itu masih menjadi suatu permasalahan yang belum bisa pihaknya selesaikan. Tetapi Ia mengaku, pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk TPA di Desa Pangerreman. Lahan yang akan Pemkab Sampang jadikan TPA itu menurut orang yang karib disapa Wawan itu adalah hasil pemberian dari kehutanan. Dengan adanya TPA nantinya diharapkan tidak ada kesulitan lagi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan sampah di Ketapang.

“Sampah ini memang salah satu masalah yang belum bisa kami selesaikan. Saya katakan kalau kendala di Ketapang ini titikannya belum ada secara formal bagaimana mempersyaratkan sebuah TPA,” tandasnya. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed