MADURANEWS.CO, Sampang– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menegaskan bahwa akan menutup Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau program Pendidikan Kesetaraan yang tidak ada siswanya atau fiktif. Penegasan itu disampaikan setelah adanya Audiensi dari Pemuda Sampang Bergerak, Rabu (18/02/2026).
Ketua Pemuda Sampang Bergerak, Rofi mengungkapkan, kedatangan pihaknya ke Disdik karena adanya dugaan PKBM fiktif yang tidak ada siswanya. Namun Ia tidak menyebutkan PKBM mana yang fiktif, dan hanya mengklaim bahwa pihaknya sudah mengantongi data-datanya. Baik itu data siswa, maupun data PKBM yang aktif dan fiktif.
“Audiensi barusan terkait dengan dugaan PKBM fiktif. Temuan kami tidak adanya siswa di PKBM,” ungkapnya.
Menurut Rofi, dari jumlah PKBM yang ada di Sampang hampir 30 persennya fiktif. Karena tidak ada siswanya, dan Ia pesimis PKBM mampu mencari siswa sebanyak 100. Dan mayoritas masyarakat yang tidak sekolah banyak merantau dan bekerja diluar atau mondok.
“Dari 36 PKBM, hampir 30 persen itu fiktif. Untuk mencari 100 siswa di satu Kecamatan itu sangat sulit,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdik Sampang, Nor Alam menyatakan, pihaknya akan melakukan Verifikasi dan Validasi (Verval) PKBM di Kabupaten berjuluk Kota Bahari itu. Secara gamblang, dia menegaskan, jika menemukan PKBM yang menyimpang sebagaimana yang disampaikan sejumlah pemuda yang beraudiensi ke instansinya hari ini, Ia akan langsung menutup lembaga pendidikan non formal tersebut.
Ia kekeh bahwa data PKBM yang ada di instansinya itu aktif semua. Namun seandainya pemuda yang datang ke instansi yang dirinya pimpin itu menunjukkan data PKBM yang fiktif, pihaknya akan langsung mendatangi dan mengkrosceknya langsung ke lapangan. Langkah tegasnya adalah menutup PKBM tersebut jika memang tidak ada siswanya dan fiktif. Karena selama 2 tahun terakhir kemarin, pihaknya telah menutup 2 PKBM yang memang tidak memenuhi persyaratan.
“Dari 36 PKBM itu akan kami verval. Jika ditemukan ada PKBM yang tidak aktif akan kami tutup,” tegasnya. (san)










