MADURANEWS.CO, Sampang– Kepala Bidang Pelatihan dan Perindustrian Disnaker Sampang Ervien Sujatmiko mengatakan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 mengalami penurunan bila dibanding dengan tahun 2025 lalu.
Sehingga kejuruan pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi tahun 2026 di instansinya juga menurun drastis dari tahun lalu. Bahkan penurunannya pun mencapai 50 persen lebih. Sementara jumlah pelatihannya masih tetap sama dengan tahun 2025, yakni sebanyak 3 kali dalam setahun.
“Tahun 2026 ini jenis pelatihannya menurun menjadi 11 jenis dari 24 pada tahun 2025 lalu,” katanya, Selasa (24/02/2026).
Ervien mengungkapkan, penurunan alokasi anggaran DBHCHT yang diterima instansinya tahun ini menjadi faktor utama berkurangnya jurusan pelatihan. Karena anggaran yang diterima instansinya hanya Rp 900 juta. Jumlah tersebut sangat jauh bila dibanding dengan anggaran tahun lalu yang mencapai hampir Rp 3,7 M.
Dampak dari anggaran yang jomplang itu tidak hanya jurusan pelatihan yang berkurang, namun jumlah pesertanya pun juga ikut jomplang. Pada tahun 2025 lalu, jumlah peserta pelatihan mencapai 620-an dalam 3 tahap pelatihan. Sementara dengan anggaran yang dibawah Rp 1 miliar tahun ini, menurut Ervien hanya ada 176 peserta yang akan dilatih dalam 3 tahap pelatihan yang akan diselenggarakan instansinya.
“Tahun 2026 ini alokasi anggaran DBHCHT yang kami terima sebesar Rp 900 juta dari 11 kelas dan untuk 176 peserta dengan durasi 3 angkatan,” tandasnya. (san)









