Disdik Sampang Ancam Tutup SDN 1 Batoporo Timur

MADURANEWS.CO, Sampang– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengaku tidak akan segan menutup Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung jika tidak ada siswa dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagaimana mestinya.

Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Sampang, Yusuf mengaku, setelah mengetahui adanya video terkait lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan instansinya tidak ada siswanya dan hanya ada beberapa guru yang salah satunya menyetel musik dangdut di Smart Panel yang merupakan bantuan pemerintah pusat, pihaknya langsung turun mengecek kebenarannya. Setelah di cek, menurut dia benar adanya kalau SDN 1 Batoporo Timur tersebut memang tidak ada siswa dan KBM.

Setelah dirinya bertanya ke masyarakat sekitar terkait siswa di Sekolah Negeri itu, menurut Yusuf siswa itu ada. Cuma mereka masuk dan mengikuti pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar hanya satu kali dalam seminggu. Yakni, hanya pada hari Jum’at saja.

“Setelah viralnya video itu, kami langsung turun ke lapangan. Setelah kami sampai di lokasi faktanya memang benar tidak ada siswa dan proses Kegiatan Belajar Mengajar,” katanya, Rabu (21/01/2026).

“KBM berlangsung hanya satu kali dalam seminggu. Hal itu merupakan temuan dan fakta baru. Kami akan memanggil semua pihak untuk menanyakan sedetail mungkin persoalan yang ada,” tambah Yusuf.

Yusuf mengungkapkan, bahwa setelah dirinya mengecek di Dapodik, jumlah siswa di SDN 1 Batoporo Timur tersebut sebanyak 33. Sementara jumlah gurunya ada 7 orang, yang seluruhnya tidak ada yang honorer. Karena sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan PPPK paruh waktu.

“Jumlah guru di sekolah itu ada 7 orang. Dengan rincian 4 PNS, 2 Pegawai PPPK, dan 1 PPPK paruh waktu. Sementara untuk kepala sekolahnya dijabat Plt,” ungkapnya.

Dengan kondisi yang tidak ada siswanya, Yusuf menegaskan bahwa instansinya tidak akan segan untuk menutup sekolah tersebut. Sedangkan untuk gurunya, menurut dia bisa ditaruh di lembaga lain yang yang membutuhkan. Selain kelalaian pengawas dan pihak lain, Yusuf juga tidak menampik, kejadian di SDN 1 Batoporo Timur itu merupakan kelalaian instansinya.

“Tindakan tegas dari Disdik kalau terus tidak ada siswa seperti itu, lebih baik di tutup. Konsekuensinya adalah tutup. Sementara untuk gurunya, bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan daripada Negara harus mengangkat baru dan membebani Negara,” pungkasnya. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *