MADURANEWS.CO, Sampang– Kepala Bidang Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Khotibul Umam, menyatakan, pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran mandiri untuk mudik gratis tahun ini.
Peran daerah difokuskan sebagai fasilitator bagi warga untuk mengakses kuota yang disediakan provinsi. Artinya, program mudik gratis masa angkutan lebaran 2026 sepenuhnya merupakan program Pemprov Jatim.
“Program arus mudik gratis itu program provinsi. Kalau dari daerah belum ada,” katanya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut dia, kebijakan mudik gratis tahun ini tidak ada pembagian kuota khusus di tiap Kabupaten. Masyarakat yang ingin mudik gratis bisa langsung bersaing secara umum dengan jumlah alokasi kuota yang ada untuk wilayah yang dikenal dengan sebutan pulau Madura tersebut. Karena ketersediaan kursi bus akan bergantung pada kecepatan warga dalam mendaftar.
“Jika kuota untuk rute Madura sudah penuh, maka akses pendaftaran akan otomatis ditutup oleh sistem. Sampang masuk Madura Raya. Jadi tidak bisa langsung jatah Sampang misalnya dua bus. Artinya, jika kuota untuk Madura Raya sudah terpenuhi, maka warga sudah tidak bisa daftar lagi,” tuturnya.
Seluruh proses pendaftaran mudik gratis 2026 dilakukan secara daring melalui aplikasi atau sistem yang disiapkan Pemprov Jatim, selaras dengan digitalisasi layanan publik. Dan pihaknya tidak melayani pendaftaran secara manual. Menurutnya, meski pendaftaran bersifat online, Pemkab Sampang tetap menyiagakan personel di lapangan untuk memberikan bantuan informasi.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi teknis atau arahan cara mendaftar, bisa langsung mendatangi Terminal Trunojoyo Sampang. Petugas kami di terminal siap membantu,” tandasnya. (san)












