MADURANEWS.CO, Sampang– Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes-KB Sampang, Samsul Hidayat mengatakan, sepanjang tahun 2025 kasus DBD di tanah kelahiran Pangeran Trunojoyo itu masih cukup tinggi. Dari Januari sampai November tahun lalu, Dinkes-KB mencatat ada 494 kasus DBD. Jumlah kasus tersebut berasal dari 22 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Sampang.
Orang yang karib disapa Samsul itu mengungkapkan, kasus DBD tertinggi berada di dua Puskesmas wilayah Kecamatan Sampang. Yakni Puskesmas Kamoning, dan Puskesmas Banyuanyar, dengan jumlah kasus sebanyak 130. Jumlah di dua Faskes itu disusul Puskesmas Karang Penang dengan 40 kasus, dan Puskesmas Tamberu Barat sebanyak 38 kasus.
“Data tertinggi di wilayah kota, yaitu Puskesmas Kamoning dengan angka 75 dan Puskesmas Banyuanyar dengan angka 55,” katanya, Sabtu (10/01/2026).
Samsul menyampaikan, jika penyakit DBD tidak mengenal usia. Karena anak-anak hingga orang dewasa dapat terkena penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus tersebut. Ia menghimbau agar Faskes meningkatkan pengawasan, dan juga menekankan agar Faskes terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit DBD.
“Faskes harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap berprilaku hidup bersih dan sehat. DBD ini bukan penyakit menakutkan, kami mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama peduli lingkungan,” pungkasnya. (san)








