Anggaran RTLH di Sampang Rp 30 Juta Per Rumah

MADURANEWS.CO, Sampang– Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, memastikan jika program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 di Kabupaten berjuluk Kota Bahari itu mengalami penurunan dari tahun 2025 lalu.

Kepala DLH Perkim Sampang, Faisol Ansori menjelaskan, jika program RTLH yang melekat pada instansinya ada 2 jenis. Yakni, RTLH Reguler dan RTLH akibat bencana. Tahun 2025 kemarin menurut dia ada 26 program RTLH di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dirinya pimpin. Diantaranya 18 RTLH reguler dengan rincian 15 perumahan kumuh dan 3 Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Sedangkan untuk RTLH akibat bencana ada sebanyak 8 unit.

“RTLH yang akibat bencana ada 8 per November tahun 2025. Sedangkan RTLH yang reguler itu ada 18 unit,” katanya, Rabu (07/01/2026).

Faisol memastikan, jika jumlah program RTLH tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Karena untuk RTLH akibat bencana tahun 2026 dicadangkan 2 unit rumah. Sementara RTLH reguler Ia tidak menyebutkan secara pasti jumlahnya dan hanya memperkirakan berdasarkan ingatannya saja, yakni sekitar 6 atau 16 unit. Sedangkan untuk TMMD dari 3 unit di tahun lalu, menjadi 2 unit pada tahun 2026, yang lokasinya berada di Kecamatan Jrengik. Ia juga mengungkapkan, jika anggaran yang digunakan untuk RTLH setiap unitnya sebesar Rp 30 juta.

“Kalau yang reguler itu seingat saya 6 atau 16 unit. Tetapi yang jelas jumlahnya turun dari tahun lalu,” tandasnya. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *