Dilema Pengangkatan Pengawas Baru di Lingkungan Disdik Sampang

MADURANEWS.CO, Sampang– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, belum bisa memastikan pengangkatan pengawas sekolah ditengah keterbatasan jumlah yang ada saat ini. 

Kepala Disdik Sampang, Nor Alam mengungkapkan, dalam kurun waktu 6 tahun terakhir memang tidak ada pengangkatan pengawas. Sehingga saat ini 1 pengawas harus mengawasi sekolah dalam 1 Kecamatan, yang itu jauh dari kata ideal. Sehingga Disdik dalam waktu dekat harus akan mengusulkan pengangkatan pengawas.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan tahap pengusulan awal adalah pengadaan Diklat untuk calon pengawas yang menurut dia diharapkan tahun ini sudah ada pengangkatan pengawas. Namun Ia tidak memastikan jumlah pengawas yang diharapkan bisa pihaknya angkat meski berdasarkan keterangan Kabid Pembinaan Sekolah Dasar di instansinya sudah ada 42 orang yang layak menjadi pengawas. Data tersebut berdasarkan data yang didapat dari Kementerian.

“Kami akui kami memang kekurangan pengawas. Jadi 1 orang pengawas untuk satu Kecamatan sebenarnya tidak cukup. Dari tahun 2019-2025 belum ada pengangkatan pengawas,” katanya, Sabtu (24/01/2026).

Sekda Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan menyampaikan, ke miniman Jumlah pengawas sekolah di Kabupaten berjuluk Kota Bahari Itu merupakan keterbatasan dari Pemkab Sampang. Yang disitu tidak dapat melakukan pengangkatan pengawas baru. Sehingga berpengaruh terhadap mutu pendidikan dan manajemen sekolah. Salah satu contohnya adalah masalah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung.

“Jumlah pengawas yang hanya ada 14 orang merupakan salah satu keterbatasan kami,” ujar orang yang karib disapa Wawan itu.

Wawan tidak bisa memastikan Pemkab Sampang dapat menambah jumlah pengawas dengan permasalahan keterbatasan guru di Sampang. Karena bukan tidak mungkin guru yang di angkat sebagai pengawas nantinya akan menambah masalah. Menurut dia, hal yang paling penting dari pendidikan adalah mendidik.

Lebih lanjut, menurut Wawan Pengawas sendiri sebetulnya tidak repot jikalau semua mau pakai Waskat (Pengawas Malaikat) yang disitu seharusnya semua sudah takut ketika mau menyimpang. Sehingga kalau semua sudah memakai Waskat, maka tidak perlu lagi ada orang lain yang mengawasi.

“Nanti kita lihat dulu. Karena persisnya jumlah guru di Sampang ini masih kurang. Logikanya, jumlah guru masih kurang lalu dijadikan pengawas, ini akan menambah masalah,” tandasnya. (san)