MADURANEWS.CO, Sampang– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jum’at (18/09/2025). Bupati Sampang H Slamet Junaidi turut mendampingi proses penyaluran bantuan tersebut.
Sedikitnya 11 ribu liter air bersih, 80 unit tandon, 219 jeriken dan paket sembako telah diterima oleh 4.254 warga Desa Kedungdung atau setara dengan 951 KK.
Khofifah mengatakan, kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam penanganan kekeringan bukan untuk menggantikan peran pemerintah kabupaten/ kota. Menurut dia, pemerintah provinsi memperkuat intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah.
“Jadi, kehadiran Pemprov Jatim ini sifatnya mensubstitusi, komplementaritas, menguatkan, melapisi dari yang sudah dilakukan pemerintah kabupaten/kota,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, pola bantuan tersebut diterapkan di sejumlah daerah yang mengalami kekeringan. Selain air bersih, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan kebutuhan pangan bagi masyarakat.
“Setiap titik yang saya datang biasanya selain ada support air bersih juga ada sembako. Makanya tadi kita juga berbagi sembako (di Desa Kedungdung, red),” ujarnya.
Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim atas bantuan tersebut. Hal tersebut akan memperkuat langkah Pemkab Sampang yang sebelumnya telah menyalurkan 1 juta liter air bersih untuk wilayah-wilayah terdampak kekeringan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim dan Ibu Gubernur yang telah memberikan perhatian serta bantuan air bersih bagi masyarakat Sampang yang terdampak kekeringan,” kata Aba Idi, panggilan akrab Slamet Junaidi.
Bantuan air bersih menjadi langkah jangka pendek untuk menghadapi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau. Dalam jangka panjang, Pemprov Jatim mendorong pencarian sumber air permanen, termasuk melalui pengeboran di sejumlah lokasi, untuk mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air ketika kekeringan terjadi. ”Di beberapa kabupaten kita sudah berupaya melakukan pengeboran sumur. Bahkan sudah sampai ratusan meter, tetapi belum mendapatkan air. Oleh karena itu, kita menyiasatinya dengan bantuan air bersih,” jelas Khofifah. (lum)
