MADURANEWS.CO, Sampang– Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengaku terkendala fasilitas kendaraan dalam menyikapi masalah sampah di wilayah-wilayah Pantura.
Kepala DLH Perkim Sampang, Faisol Ansori mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan 3 Camat di wilayah pantura yakni Banyuates, Ketapang dan Sokobanah, serta 2 Kecamatan di jalur tengah Sampang – Ketapang. Yakni Kecamatan Kedungdung dan Kecamatan Robatal. Selain dengan Camat-camat di 5 wilayah tersebut, Ia mengaku juga berkoordinasi dengan PUPR, dan Satpol-PP agar bersama-sama melakukan sosialisasi ke masyarakat, supaya tidak membuang sampah sembarangan.
“Masalah sampah di Pantura itu sebenarnya saya sudah lama menggalang partisipasi aktif ke instansi di Kecamatan-kecamatan yang ada pantura agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai,” katanya, Selasa (06/01/2026).
Dia berharap, masyarakat ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan tidak membuangnya secara sembarangan. Karena kalau tidak ada partisipasi masyarakat, dan masyarakat masih membuang sampah sembarangan, menurut dia pihaknya akan tetap kewalahan, dan tidak mungkin mengatasi permasalahan-permasalahan sampah tersebut.
“Yang jelas kalau yang diharapkan kami adalah bagaimana partisipasi dari masyarakat sendiri,” harapnya.
Faisol tidak menampik, fasilitas yang diberikan DLH Perkim dalam penanganan sampah di pantura masih sangat minim dan terbatas. Karena baru ada 1 unit Truk dan mobil pickup. Namun untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dihasilkan dari 3 kecamatan tersebut menurut dia sudah ada di Kecamatan Ketapang.
“Fasilitas kendaraan pengangkut sampah kami disana ada. Cuma terbatas, yakni hanya 2 kendaraan saja. Itu dipakai untuk Kecamatan Ketapang saja sudah kewalahan,” pungkasnya. (san)
